Tampilkan postingan dengan label perilaku konsumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perilaku konsumen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Desember 2010

Power Point Subbudaya dan perilaku konsumen







Labels : free wallpapers wall black weldingmachines

PERILAKU KONSUMEN chapter 13



Labels : free wallpapers wall black weldingmachines

Jumat, 19 November 2010

PERILAKU KONSUMEN - SISTEMATKA

BAB 8
PEMBENTUKAN DAN PENGUBAH SIKAP KONSUMEN

Sub bab 1     : Apa yang dimaksud sikap itu ?
1.    “objek” sikap
2.    Sikap adalah kecenderungan yang dipelajari
3.    Sikap mempunyai konsisten sikap terjadi dalam situasi tertentu
Sub bab 2     ; Berbagai model struktur sikap
1.    Model sikap tiga komponen
1)    Komponen kognitif
2)    Komponen afektif
3)    Komponen konatif
2.    Model sikap multi sikap
1)    Model sikap terhadap objek
2)    Model sikap terhadap perilaku
3)    Teori model tindakan yang beralasan
3.    Teori usaha mengkonsumsi
4.    Model sikap terhadap iklan
Sub bab 3     : Pembentukan sikap
1.    Bagaiman sikap dipelajari
2.    Sumber-sember yang mempengatuhi pembentukan sikap
3.    Factor – factor kepribadian
Sub bab 4     : Pengubah sikap
Sub bab 5     : Strategi pengubahan sikap
1.    Mengubah fungsi motifasi dasar
1)    Fungsi manfaat
2)    Fungsi pembelaan ego
3)    Fungsi penyataan nilai
4)    Fungsi pengetahuan menggabungkan beberapa fungsi
2.    Menghubungkan produk dengan dolongan peristiwa atau kegialan amal tertentu
3.    Memecahkan masalah 2 sikap yang bertentangan
4.    Mengubah komponen model multi sikap
1)    Mengubah penilaian relative terhadap sifat
2)    Mengubah keyakinan terhadap merek
3)    Menambah sifat
4)    Mengubah peringkat penilaian terhadap merk secara keseluruhan
5.    Mengubah keyakinan terhadap pedaling
6.    Model perluasan kemungkinan ( ELM)
Sub bab 6     : perilaku dapat mendahului atau mengikuti pembentukan dikap
1.    Teori ketidakcocokan kognitif
2.    Teori kepemilikan sifat tertentu
1)    Teori persepsi siri
2)    Teknik langkah pertama untuk masuk
3)    Kepemilikan sifat terhadpa orang  lain
4)    Kepemilikan sifat terhadap barang
5)    Bagaimana kita menhguji kepemilikan sifat kita
BAB 10
KELOMPOK RUJUKAN DAN PENGARUH KELUARGA
Sub bab I      : Apa yang disebut kelompok ?
Sub bab 2     : Memahami kekuatan kelompok rujukan
1.    Perspektif yang diperluas pada kelompok rujukan
2.    Faktor yang berdampak pada pengaruh kelompok rujukan
1)    Informasi dan pengalaman
2)    Kredibilitas, daya tarik dan kekuatan kelompok rujukan
3)    Sifat menonjol produk
3.    Kelompok rujukan dan kekuatan konsumen
Sub bab 3     : Kelompok rujukan yang berkaitan dengan konsumen yang dipilih
1.    Kelompok persahabatan
2.    Kelompok belanja
3.    Kelompok kerja
4.    Kelompok atau masyarakat maya
5.    Kelompok aksi konsumen
Sub bab 4     : Daya tarik selebritas dan kelompok rujukan
1.    Selebritas
2.    Tenaga ahli
3.    Orang biasa
4.    Juru bicara ekselusif dan karyawan
5.    Karakter dagang dan juru bicara
6.    Daya tarik kelompok rujukan
Sub bab 5     : kelompok merupakan suatu konsep yang terus berubah
Sub bab 6     : Sosialisasi para anggota keluarga
1.    Sosialisasi konsumen anak-anak
2.    Sosialisasi konsumen dewasa
3.    Sosialisasi antar generasi
Sub bab 7     : Fungsii keluarga lainnua
1.    Kesejahteraan keluarga
2.    Dukungan emosional
3.    Gaya hidup keluarga yang cocok
Sub bab 8     : Pengambilan keputusan keluarga dan peran yang berkaitan dengan konsumen
1.    Peran kunci dalam konsumsi keluarga
2.    Dinamika pengambil keputusan suami – istri
Sub bab 9     ; siklus kehidupan keluarga
1.    Siklus kehidupan keluarga tradisional
1)    Tahap 1 : masa lajang
2)    Tahap 2 : orang yang berbulan madu
3)    Tahap 3 : orang tua
4)    Tahap 4 : paska orang tua
5)    Tahap 5 : disolusi
2.    Modifikasi- skk nontradisional
1)    Tahap-tahap skk nontradisional
2)    Konsumsi pada keluarga nontradisional
BAB 11
KELAS SOSIAL DAN PERILAKU KONSUMEN

Sub bab 1     : Apa yang dimaksud kelas social?
1.    Kelas social dan status social
2.    Kelas social merupakan benruk segmentasi hierarkis dan alamiah
3.    Kategori kelas social
Sub bab 2     : Ukuran kelas social
1.    Ukuran subjektif
2.    Ukuran reputasi
3.    Ukuran objektif
1)    Indeks variabel tunggal
a)   Pekerjaan
b)   Pendidikan
c)    Penghasilan
d)   Variabel lain
2)    Indeks variabel gabungan
a)   Indeks karakteristik status
b)   Skor status social ekonomi
Sub bab 3     : Profil gaya hidup status social
Sub bab 4     : Gerakan kelas social
1.    Tanda – tanda gerakan menurun
Sub bab 5     : Pengelompokan geodemografi
Sub bab 6     : Konsumen yang kaya
1.    Pengungkapan media pada konsumen kaya
2.    Membagi pasar kaya
Sub bab 7     : Konsumen yang tidak kaya
Sub bab 8     : Tibanya “ kelas – techno”
Sub bab 9     : Penerapan kelas social ke perilaku konsumen yang dipilih
1.    Pakaian, mode dan berbelanja
2.    Pencarian waktu senggang
3.    Simpanan, pengeluaran dan kredit
4.    Kelas social dan komunikasi
BAB 12
PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

Sub bab 1     : Apa yang disebut budaya ?
Sub bab 2     : Pekerjaan budaya yang tidak kelihatan
Sub bab 3     : Budaya memenuhi kebutuhan
1.    Enkulturasi dan akulturasi
2.    Bahasa dan symbol
3.    Ritual
4.    Budaya dipakai bersama-sama
Sub bab 4     : Budaya bersifat dinamis
Sub bab 5     : Pengukuran budaya
1.    Analisis isi
2.    Penelitian lapangan mengenai konsumen
3.    Instrumen survey pengukuran nilai
Sub bab 6     : Nilai-nilai inti orang amerika
1.    Prestasi dan sukses
2.    Aktifitas
3.    Efisiensi dan kepraktisan
4.    Kemajuan
5.    Kesenangan pada materi
6.    Individualisme
7.    Kebebesan
8.    Penyesuaian eksternal
9.    Perikemanusiaan
10. Kemudahan
11. Kebugaran dan kesehatan
12. Nilai- nilai inti budaya fenomena amerika
BAB 13
SUBBUDAYA DAN PERILAKU KONSUMEN

Sub bab 1     : Apa yang disebut sub budaya?
Sub bab 2     : Sub budaya kebangsaan
1.    Sub budaya spayol
1)    Mengenal perilaku konsumsi orang amerika spayol
2)    Mendefinisi dan mensegmentasi pasar amerika spayol
Sub bab 3     : Sub budaya agama
Sub bab 4     : sub budaya georafis dan regional
Sub bab 5     :sub budaya ras
1.    Konsumen amerika afrika
1)    Karakteristik perikalu konsumsi konsumen amerika afrika
2)    Menjangkau audiens amerika afrika
2.    Konsumsi amerika asia
1)    Dimana orang amerika asia tinggal ?
2)    Memahami konsumsi ameriak asia
3)    Orang amerika asia sebagai konsumen
Sub bab 6     : Sub budaya umur
1.    Pasar generasi x
1)    Menarik perhatian generasi x
2.    Pasar baby boomer
1)    Siapa yang temasuk baby boomers itu ?
2)    Karakteristik konsumen baby boomers
3.    Konsumen lanjut usia
1)    Mandefinisikan “lanjut usia” pada konsumen lanjut usia
2)    Membagi pasar kaum lanjut usia
3)    Pengalaman berbelanja konsumen lanjut usia
Sub bab 7     : Gender sebagai sub buidaya
1.    Peran gender dan perilaku konsumen
1)    Produk konsumen dan peran gender
2.    Wanita bekerja
1)    Membagi pasar wanita bekerja
2)    Pola berbelanja wanita bekerja
Sub Bab 8     : Interaksi sub budaya




Labels : free wallpapers wall black weldingmachines

Jumat, 12 November 2010

PEMBENTUKAN DAN PENGUBAHAN SIKAP KONSUMEN



Labels : free wallpapers wall black weldingmachines

proses pembelajaran konsumen



Labels : free wallpapers wall black weldingmachines

Rabu, 10 November 2010

RISET KONSUMEN




Bidang riset konsumen berkembang sebagai perluasan bidang riset pemasaran untuk memungkinkan para pemasar meramalkan bagaimana konsumen akan bereaksi di pasar dan memahami alasan-alasan mereka dalam mengambil keputusan untuk membeli. Hasil-hasil riset pasar dan riset konsumen digunakan untuk memperbaiki pengambilan keputusan manajerial.

PARADIGMA RISET PEMASARAN
Para peneliti konsumen periode pertama hanya sedikit memikirkan pengaruh suasana hati (mood), emosi, atau situasi terhadap kepuasan konsumen. Mereka percaya bahwa pemasaran hanya merupakan ilmu ekonomi terapan, dan para konsumen adalah pengambil keputusan yang rasional, yang secara obyektif menilai barang dan jasa yang tersedia bagi mereka dan hanya memilih yang memberikan manfaat (kepuasan) tertinggi dengan harga terendah.
Pada tahun 1939, seorang psikoanalis dari Wina yang bernama Ernest Ditcher mulai memakai teknik psikoanalis Freud untuk menyingkap motivasi yang tersembunyi pada diri konsumen. Pada akhir tahun 1950-an, metodologi risetnya yang disebut riset motivasi pada dasarnya merupakan pendekatan kualitatif, dipakai secara luas oleh para riset konsumen. Para peneliti konsumen sekarang ini menggunakan dua macam metodologiriset yang berbeda untuk mempelajari perilaku konsumen yaitu dengan riset kuantitatif dan riset kualitatif.

RISET KUANTITATIF
Riset kuantitatif bersifat deskriptif dan digunakan untuk memahami pengaruh berbagai masukan promosi terhadap konsumen, sehingga memungkinkan para pemasar “meramalkan” perilaku konsumen. Pendekatan riset ini dikenal sebagai positivisme dan para penelitinya dikenal sebagai positivis. Metode riset yang digunakan terdiri dari eksperimen, teknik survey, dan observasi. Hasil-hasilnya bersifat deskriptif, empiris, dan jika diambil secara acak (dengan menggunakan sampel probabilitas) dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar.

RISET KUALITATIF
Metode riset kualitatif terdiri dari wawancara yang mendalam, kelompok-kelompok fokus, analisis kiasan, riset kolase, dan teknik proyeksi. Teknik ini dilakukan melalui analisis pewawncara yang sangat terlatih dan cenderung bersifat subyektif. Hasil-hasilnya tidak dapat digeneralisasikan pada populasi yang lebih luas karena jumlah sampelnya sedikit. Teknik ini biasanya digunakan untuk memperoleh berbagai gagasan baru untuk kampanye promosi.

MENGGABUNGKAN HASIL-HASIL RISET KUALITATIF DAN KUANTITATIF 
Beberapa pemasar menggunakan gabungan riset kuantitati dan kualitatif untuk membantu membantu mengambil keputusan pemasarantrategis karena terbatasnya hasil riset kualitatif. Hasil riset kualitatif digunakan untuk menemukan berbagai gagasan baru dan untuk mengembangkan strategi promosi, sedangkan hasil riset kuantitatif digunakan untuk meramalkan reaksi konsumen terhadap berbagai input promosi.
Gagasan yang berasal dari riset kualitatif terkadang diuji secara empiris dan menjadi dasar bagi perancangan studi kuantitatif. Hasil penggabungan memungkinkan para pemasar untuk merancang berbagai strategi pemasaran yang lebih berarti dan lebih efisien yang bertujuan memperoleh laba maupun nirlaba. Kedunya juga membarikan dasar yang lebih kuat untuk keputusan kebijakan public.

PROSES RISET KONSUMEN
Langkah utama dalam proses riset konsumen meliputi:
  1. Menentukan tujuan riset
  2. Mengumpulkan dan mengevaluasi data sekunder
  3. Merancang studi riset primer
  4. Mengumpulkan data primer
  5. Menganalisis data
  6. Mempersiapkan laporan hasil riset

I. MENENTUKAN TUJUAN RISET
Langkah pertama dalam proses riset konsumen adalah menentukan dengan teliti tujuan studi. Merupakan hal penting bagi manajer pemasaran dan peneliti untuk menyepakati dari awal maksud dan tujuan studi untuk menjamin agar rancangan riset itu tepat. Tujuan yang dipertimbangkan secara teliti membantu menemukan jenis dan mutu informasi yang dibutuhkan.

II. MENGUMPULKAN DAN MENGEVALUASI DATA SEKUNDER
Informasi data sekunder adalah setiap data yang pada awalnya dihasilkan untuk tujuan tertentu yang berbeda dengan tujuan riset sekarang. Informasi ini meliputi hasil riset yang didasarkan pada penelitian yang dilakukan begbagai organisasi luar, data yang dihasilkan di dalam untuk studi sebelumnya, dan bahkan informasi pelanggan yang dikumpulkan oleh bagian penjualan atau bagian kredit perusahaan.

III. MERANCANG STUDI RISET PRIMER
Pendekatan untuk tiap-tiap jenis riset berbed dari sudut metode pengumpulan data , rancangan sampel, dan macam alat pengumpulan data yang digunakan, sehingga tiap-tiap pendekatan riset dibahas secara terpisah.

Rancangan Penelitian Kuantitatif
Rancangan studi riset kuantitatif meliputi metode pengumpulan data, rancangan sampel, dan pembuatan alat pengumpulan data (misalnya kuesioner).
  • Metode Pengumpulan Data
Ada tiga cara pokok untuk mengumpulkan data:
  1. Penelitian Observasi, merupakan metode riset konsumen yang penting, untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara orang dan produk dengan memperhatikan mereka selama proses membeli dan menggunakan produk. Penelitian observasi juga dipakai secara luas untuk memahami proses pembelian dan konsumsi.
  2. Eksperimentasi, Eksperimen terkontrol menjamin bahwa setiap perbedaan hasil peubah tak bebas (dependent variable) disebabkan oleh perlakuan yang berbeda terhadap variable yang sedang dipelajari dan bukan oleh faktor-faktor luar.
  3. Survei, dapat dilakukan melalui beberapa cara antara lain: (a) Survei wawancara perorangan, (b) Survei melalui telepon, (c) Survei melalui pos.
  • Instrument Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner, daftar pertanyaan pandangan pribadi, skala sikap dan untuk data kualitatif, pedoman diskusi. Instrumen pengumpulan data biasanya diuji terlebih dahulu dan di “debugged” untuk menjamin validitas dan realibilitas suatu riset. Studi dikatakan mempunyai validitas jika benar-benar mengumpulkan datayang tepat dan dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan atau tujuan yang dinyatakan pada tahap pertama dalam proses riset. Studi dikatakan mempunyai reliabilitas jika pertanyaan sama, yang dinyatakan kepada sampel yang serupa, menghasilkan kesimpulan yang sama.

Rancangan Penelitian Kualitatif
Dalam memilih format riset yang tepat untuk studi kualitatif, maka harus dipertimbangkan tujuan studi dan jenis data yang diperlukan. Metode riset yang digunakan mungkin berbeda komposisinya, tetapi semuanya mempunyai akar dari psikoanalitis dan aspek klinis ilmu psikologi, dan menekankan pada tipe pertanyaan terbuka dan jawaban bebas.
  • Metode Pengumpulan Data
Pilihan teknik pengumpulan data untuk studi kualitatif meliputi wawancara yang mendalam, kelompok fokus, teknik proyeksi, dan analisi kiasan.
  • Penentuan Sampel
Sebuah komponen terpadu dalam rancangan riset adalah rencana penentuan sampel. Jumlah sampel tergantung pada besarnya anggaran maupun tingkat kepercayaan yang diinginkan pelaku pasar dari hasil risetnya. Semakin banyak sampel, semakin besar kemungkinan jawaban akan mencerminkan keseluruhan populasi yang sedang dipelajari. Jika semua hasil riset dapat diproyeksikan ke keseluruhan populasi, maka harus dipilih sampel probabilitas. Namun, jika dianggap sudah memadai (bersifat mewakili), maka sampel nonprobabilitas dapat dipilih.

IV. PENGUMPULAN DATA PRIMER
Studi kualitatif biasanya memerlukan para pakar ilmu pengetahuan sosial yang sangat terlatih untuk mengumpulkan data. Studi kuantitatif biasanya memerlukan staf lapangan yang dipekerjakan dan dilatih langsung oleh peneliti dalam melakukan wawancara di lapangan. Semua kuesioner yang sudah diisi di tinjau secara teratur ketika studi riset berlangsung untuk memastikan bahwa jawaban yang tercatat jelas, lengkap, dan dapat dibaca.

V. ANALISIS DATA
Pada riset kualitatif, moderator atau pelaksana tes biasanya menganalisis semua jawaban yang diterima. Pada riset kuantitatif , peneliti mengawasi analisis tersebut. Semua jawaban terbuka diubah menjadi kode dan diukur (skor numeric), kemudian ditabulasikan dan dianalisis dengan menggunakan program yang menghubungkan data menurut berbagai variable yang dipilih dan mengelompokkan data menurut demografis yang dipilih.

VI. PERSIAPAN LAPORAN HASIL RISET
Pada riset kualitatif maupun kuantitatif, laporan riset memuat juga kesimpulan singkat mengenai hasil-hasil riset. Isi laporan memuat uraian lengkap mengenai metodologi yang digunakan, untuk riset kuantitatif juga memuat berbagai table dan grafik untuk mendukung hasil risetnya.

MENYELENGGARAKAN STUDI RISET
Dalam merancang studi riset, para peneliti menyesuaikan proses riset dengan kebutuhan khusus dari penelitian.

T* � e �� p�� >, kesediaan untuk membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat.

  • Jaminan, pengetahuan dan sopan santun karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan.




  • Empati, kepedulian dan perhatian perorangan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan.



  • CITRA TOKO RITEL
    Toko-toko ritel (toko eceran) mempunyai citra toko itu sendiri yang membantu mempengaruhi kualitas produk yang dirasakan, maupun keputusan konsumen mengenai dimana akan berbelanja. Suatu studi mengenai citra toko ritel yang didasarkan pada strategi penetapan harga komparatif menemukan bahwa para konsumen cenderung menganggap toko-toko yang menawarkan diskon kecil pada sejumlah barang sebagai toko yang secara keseluruhan menawarkan harga-harga yang lebih rendah daripada toko-toko pesaing yang memberikan diskon yang lebih besar pada lebih sedikit produk

    CITRA PABRIKAN
    Citra konsumen meluas melampaui harga dan citra toko yang dirasakan terhadap produsennya sendiri. Pabrikan yang menikmati citra yang baik biasanya merasakan bahwa berbagai produk mereka yang baru lebih mudah diterima daripada produk pabrikan yang mempunyai citra yang kurang baik atau citra yang netral.

    RISIKO YANG DIRASAKAN
    Para konsumen sering merasa adanya risiko dalam melakukan pilihan produk karena adanya ketidakpastian mengenai konsekuensi keputusan produk mereka. Tipe risiko utama yang paling sering dirasakan para konsumen ketika mengambil keputusan mengenai produk meliputi:
    • Risiko Fungsional adalah risiko bahwa produk tidak mempunyai kinerja seperti yang diharapkan.
    • Risiko Fisik adalah risiko terhadap diri dan orang lain yang dapat ditimbulkan produk.
    • Risiko Keuangan adalah risiko bahwa produk tidak akan seimbang dengan harganya.
    • Risiko Sosial adalah risiko bahwa pilihan produk yang jelek dapat menimbulkan rasa malu dalam lingkungan social.
    • Risiko Psikologis adalah risiko bahwa pilihan produk yang jelek dapat melukai ego konsumen.
    • Risiko Waktu adalah risiko bahwa waktu yang digunakan untuk mencari produk akan sia-sia jika produk tersebut tidak bekerja seperti yang diharapkan.
    Para konsumen mengembangkan strategi mereka sendiri untuk mengurangi resiko yang diharapkan meliputi:
    • Konsumen mencari informasi,
    • Konsumen setia kepada merk,
    • Konsumen memilih berdasarkan citra merk,
    • Konsumen mengandalkan citra toko (pedagang ritel yang mempunyai nama baik),
    • Konsumen membeli model yang termahal,
    • Konsumen memberi jaminan.



    Labels : free wallpapers wall black weldingmachines